Aspek Kesehatan Mental Pada Ekstremis Agama

Narasumber-3: dr. Hafid Algristian Sp. KJ.

Hafid Algristian adalah seorang dokter spesialis ilmu jiwa (psikiatri) yang menjadi pengajar di fakultas kedokteran UNUSA. Dalam presentasinya “Aspek Kesehatan Mental pada Ekstremis Agama” dr. Algristian menegaskan bahwa makalahnya tidak bermaksud menambah keruhnya kegelisahan [dan kebingungan] masyarakat, apalagi menuduh pihak-pihak tertentu, melainkan ikut berkontribusi dalam usaha meletakkan permasalahan keekstriman beragama agar dapat dilihat secara lebih obyektif dan saintifik.

Dari sudut pandang ilmu kesehatan jiwa, menurut dr. Algristian perilaku ekstrim tidak selalu menandakan ada gangguan kesehatan jiwa. Perilaku tersebut dapat didasari oleh sebuah permasalahan dalam jiwa seseorang yang sebenarnya jauh lebih dalam tersimpan. Dalam konteks „ekstremisme‟ tersebut, dr. Algristian membagi kepribadian atau keadaan mental manusia menjadi 4, yaitu: individual, konservatif, ekstrismis dan yang terakhir teroris yaitu orang yang suka menimbulkan ketakutan pada orang lain.

Masing-masing kepribadian tersebut ditandai dengan tingkat keaktifan bagian saraf otak yang berbeda-beda. Disebutkan dr. Algristian, dalam sebuah studi functional MRI, ditemukan bahwa perilaku “ekstrim‟ berhubungan dengan bagian-bagian otak yang “berespon berlebihan” terhadap stimulus eskternal (luar kiri):

  • Perilaku individualis berhubungan dengan medial prefrontal cortex dan
    temporoparietal junction, dimana bagian otak ini bertugas dalam olah perilaku yang berhubungan dengan orang lain. Mereka yang individualis memiliki aktivitas otak yang rendah di bagian ini, sehingga cenderung kurang merespon orang-orang di sekelilingnya.
  • Perilaku konservatif berhubungan dengan dorsolateral prefrontal cortex, dimana bagian otak ini bertugas untuk pengambilan keputusan pada situasi yang membingungkan. Seorang yang konservatif memiliki aktivitas yang berlebihan pada bagian otak ini, sebagai responnya untuk menyelesaikan konflik-diri agar terlepas dari perasaan ragu-ragu, mereka tampak tegas, keras, kaku, sangat memegang teguh prinsip, sebagai mekanisme adaptasi terhadap ketidakpastian.
  • Perilaku radikal berhubungan dengan ventral striatum dan posterior cingulate. Menariknya, ventral striatum adalah bagian otak yang bertugas memunculkan motivasi untuk mengejar kepuasan ketika berhasil mencapai keinginannya, termasuk mendorong sikap moderat dalam berkumpul dan bekerja sama. Sementara posterior cingulate, adalah bagian otak yang merespon hal-hal kekerasan terutama yang berhubungan dengan pengalaman di masa lalu. Dengan demikian, ada perilaku kontradiktif di sini, seorang radikal seringkali juga seorang yang penyayang. Dia merespon kekerasan dengan kekerasan karena dimotivasi oleh keinginan untuk mencapai kehidupan bersama yang lebih baik dengan orang lain.
  • Adapun perilaku teror (pelaku: teroris), lebih kompleks lagi. Terorisme adalah tindakan yang dimaksudkan untuk menimbulkan perasaan takut dalam diri orang lain. Menurut dr. Algristian, perilaku ini sangat mirip dengan perilaku anti-sosial-sadistik dimana seseorang bisa bahagia di atas penderitaan orang lain. Aktivitas ventromedial prefrontal cortex pada otak mereka menurun, mirip pada seorang individualis yang berbuat kriminal, dimana ia tidak mudah merasakan empati kepada orang lain.

Akhirnya, dr. Algristian membahas cukup panjang dengan memberi contoh-contoh spiritual pain (nyeri spiritual) yang banyak dirasakan manusia di zaman modern akibat perasaan hampa (emptiness) dan rutinitas tanpa makna (state of meaninglessness). Spiritual pain tersebut merupakan sebuah penderitaan yang sangat menyakitkan. Dalam keadaan itulah seseorang bisa kembali mencari agama, atau mudah terprovokasi slogan-slogan keagamaan. Namun, menurut dr. Algristian, efek agama bagi mereka tidak selalu bersifat therapeutic (menyembuhkan) jika mereka tidak berhasil menemukan spiritual connectedness (keterhubungan spiritual) yang memberi ketentraman jiwa dan keinginan hidup yang lebih harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *