PPMPI Buka kajian Eco Literacy, Ijtihad Untuk Bumi

Melihat kondisi bumi yang semakin memprihatinkan ini, membuat PPMPI UNUSA mengambil sebuah langkah strategis dalam ikut serta menjaga ekosistem yang telah lama kita gunakan di bumi. Kita sebagai warga yang baik harus bisa menjaga kekayaaan yang dianugrahkan kepada kita ini, tidak hanya sebatas menggunakan dan mengeksploitasi kekayaan alam ini tanpa adanya usaha untuk melestarikannya.

Kamis tanggal, 13 Desember PPMPI UNUSA mengadakan Opening kajian tahun 1440 H dengan tema Eco Literacy di era Digital, Ijtihad Untuk Bumi. Yang menghadirkan ketua dewan pembina Yayasan KEHATI (keanekaragaman hayati Indonesia) Bapak Ismid Hadad yang sudah lama berkecimpung dalam dunia lingkungan hidup di Indonesia. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Prof. Mohammad Nuh. DEA selaku ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya yang didampingi oleh Warek I Prof. Kacung Marijan, MA., Ph.D.

Dengan tema ini sebagai upaya dan ikhtiyar kita dalam menjaga dan mengembalikan sumberdaya alam yang dianugrahkan kepada kita. Serta upaya untuk menyadarkan kembali masyarakat akan perilakunya selama ini terhadap lingkungan, karena mereka banyak yang tidak sadar dengan apa yang telah dilakukan. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi kerusakan alam yang ada dan perubahan iklim ini, yang tidak lain tidak bukan akan kembali kepada ulah manusia yang serakah dalam eksploitasi sumber daya alam. Membuka mata dan sadar lingkungan, peduli terhadap bumi serta memahami prinsip-prinsip organisme komunitas ekologis (Ekosistem alam) dan memanfaatkan prinsip-prinsip tersebut untuk memungkinkan terjadinya kehidupan komunitas tersebut secara berkelanjutan. 

Bapak Ismid Hadad juga menyampaikan beberapa faktor yang mempengaruhi kerusakan alam dan pendorong perubahan iklim di Indonesia, antara lain pertumbuhan Penduduk yg cepat, usia muda, konsumtif, dan kurang peduli pada lingkungan hidup. Pertumbuhan ekonomi yang padat modal dan eksploitatif terhadap sumber daya alam yang ada. Kebijakan pembangunan yang tidak ramah lingkungan dan amat sangat tergantungterhadap sumber daya alam terbarukan. Poal produksi dan konsusmsi masyarakat yang boros energi dan sumber daya alam. Eksploitasi dan penggunaan energi fosiil yang kotor, mahal, dan sumber emesi karbon dan pencemaran lingkungan yang tinggi. Pemanfaatan sumberdaya alam dan kehutanan sebagai komunitas ekonomi belaka bukan sebagai modal kehidupan untuk generasi masa depan. Pemanasan dan global dan dampak perubahan iklim. Itulah beberapa factor yang membuat banyaknya kerusakan yang ada di bumi ini, dan sekrang menjadi tugas kita bersama untuk memeulihkan segala kerusakan yang telah terjadi.

Kegiatan ini dilakukan di Aula Fastron Gedung UNUSA Tower lantai 3 dan diikuti oleh 100 peserta dari berbagai perwakilan beberapa kampus di Jawa Timur serta Lembaga-lembaga yang berkaitan dengan tema yang kita angkat dalam kajian tahun depan ini, dan beberapa perwakilan dari mahasiswa UNUSA. Diantara yang hadir dari LSM ecoton yang sudah lama bergerak dibidang lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *